Ini Dia Sebagian Isi Dari Kitab Kejadian

181 0

Dalam Agama Kristen, yang menjadi sangat penting pada setiap umat kristen adalah Alkitab. Ini merupakan sebuah buku kepercayaan Kristen dimana pada buku tersebut sebagai gambaran dari awal terbentuknya bumi dan segala isinya serta perjalanan selama hidup Yesus. Segala hal yang berhubungan dengan Kristen ada di dalam Alkitab. Bagi setiap umat kristen, sudah pasti sangat mengetahui banyak isi dari Alkitab tersebut.

Berdasarkan isi Alkitab, ketika kita membuka halamam yang paling pertama, dalam Alkitab tersebut bertuliskan Kitab kejadian yang dimana isinya mengenai dari belum adanya Bumi hingga ada beserta dengan seluruh isinya seperti yang sekarang ini. Ketika berbicara mengenai isi Alkitab, apakah ini dari kitab kejadian tersebut? Saksikan saja disini.

Kejadian 1:1-31

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong dan roh Allah melayang-layang diatas permukaan air. Kemudian Allah berfirman, ”Biarlah ada terang.” Lalu terang itu jadi. Setelah itu Allah melihat bahwa terang itu baik dan Allah memisahkan terang dan kegelapan. Allah mulai menyebut terang itu Siang dan tetapi kegelapan itu disebutnya Malam. Tibalah petang dan tibalah pagi, itulah hari pertama.

Selanjutnya Allah berfirman, “Biarlah ada angkasa di tengah-tengah air dan biarlah terjadi pemisahan antara air dengan air.” Kemudian Allah membuat angkasa dan memisahkan air yang harus ada di bawah angkasa itu dan air yang harus ada di atas angkasa itu. Dan jadilah demikian. Allah mulai menyebut angkasa itu Langit. Tibalah petang dan tibalah pagi, itulah hari kedua. Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah air di bawah langit terkumpul ke satu tempat dan biarlah tanah yang kering muncul.” Dan jadilah demikian.

Allah mulai menyebut tanah yang kering itu Darat, tetapi air yang terkumpul itu disebutnya Laut. Dan Allah melihat bahwa hal itu baik. Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah tanah menumbuhkan rumput, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, pohon buah-buahan yang menghasilkan buah menurut jenisnya, yang di dalamnya ada biji, di atas tanah.” Dan jadilah demikian. Dan tanah mulai mengeluarkan rumput, tumbuh-tumbuhan yang berbiji menurut jenisnya dan pohon-pohon yang menghasilkan buah, yang di dalamnya ada biji, menurut jenisnya. Lalu Allah melihat bahwa itu baik.

Tibalah petang dan tibalah pagi, itulah hari ketiga. Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah ada benda-benda penerang di angkasa untuk memisahkan siang dan malam dan itu semua akan berfungsi sebagai tanda dan untuk menandai musim-musim dan hari-hari dan tahun-tahun. Dan itu semua akan berfungsi sebagai benda penerang di angkasa untuk menyinari bumi.” Dan jadilah demikian. Kemudian Allah membuat kedua benda penerang besar itu, benda penerang yang lebih besar untuk berkuasa atas siang dan benda penerang yang lebih kecil untuk berkuasa atas malam dan juga bintang-bintang. Maka Allah menaruh itu semua di angkasa untuk menyinari bumi.

Dan untuk berkuasa pada waktu siang dan pada waktu malam dan untuk memisahkan terang dan kegelapan. Lalu Allah melihat bahwa hal itu baik. Tibalah petang dan tibalah pagi, itulah hari keempat. Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah dalam air berkeriapan sekelompok jiwa yang hidup dan biarlah makhluk-makhluk beterbangan di atas bumi pada permukaan angkasa.”

Kemudian Allah menciptakan makhluk-makhluk laut yang luar biasa besar dan segala jiwa yang hidup dan bergerak yang berkeriapan dalam air menurut jenisnya dan segala makhluk terbang yang bersayap menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa hal itu baik. Maka Allah memberkati mereka, dengan berfirman, ”Berkembangbiaklah dan bertambah banyak dan penuhilah air di dalam lautan dan biarlah makhluk-makhluk terbang bertambah banyak di bumi.

Tibalah petang dan tibalah pagi, itulah hari kelima. Selanjutnya Allah berfirman, ”Biarlah bumi mengeluarkan jiwa-jiwa yang hidup menurut jenisnya, binatang peliharaan dan binatang merayap dan binatang liar di bumi menurut jenisnya. Dan jadilah demikian. Kemudian Allah membuat binatang liar di bumi menurut jenisnya dan binatang peliharaan menurut jenisnya dan segala binatang yang merayap di tanah menurut jenisnya. Dan Allah melihat bahwa hal itu baik.

Selanjutnya Allah berfirman, ”Mari kita membuat manusia menurut gambar kita, sesuai dengan rupa Allah dan biarlah mereka menundukkan ikan-ikan di laut dan makhluk-makhluk terbang di langit dan binatang-binatang peliharaan dan seluruh bumi dan segala binatang merayap yang merayap di bumi.” Kemudian Allah menciptakan manusia menurut gambarnya, menurut gambar Allah diciptakannya dia laki-laki dan perempuan.

Selanjutnya, Allah memberkati mereka dan Allah berfirman kepada mereka, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, tundukkanlah ikan-ikan di laut dan makhluk-makhluk terbang di langit dan segala makhluk hidup yang merayap di bumi.” Selanjutnya Allah berfirman, ”Lihat, aku memberimu segala tumbuhan berbiji yang ada di seluruh permukaan bumi dan setiap pohon yang buahnya berbiji. Biarlah itu menjadi makananmu.

Dan kepada setiap binatang liar di bumi dan kepada setiap makhluk terbang di langit dan kepada setiap binatang yang merayap di bumi, yang memiliki kehidupan sebagai suatu jiwa, segala tumbuhan hijau sebagai makanan.” Dan jadilah demikian. Setelah itu Allah melihat segala sesuatu yang telah ia buat dan lihat! semuanya itu sangat baik.+ Tibalah petang dan tibalah pagi, hari keenam.

Kejadian 2:1-25

Maka selesailah langit dan bumi serta semua bala tentaranya. Menjelang hari ketujuh, Allah menyelesaikan pekerjaan yang telah ia buat dan ia mulai beristirahat pada hari ketujuh dari semua pekerjaan yang telah ia buat. Kemudian Allah memberkati hari ketujuh itu dan menyucikannya, karena pada hari itu ia beristirahat dari seluruh pekerjaan yang telah Allah ciptakan untuk membuatnya.

Inilah sejarah langit dan bumi pada waktu diciptakan, pada hari Allah Yehuwa membuat bumi dan langit. Hingga saat itu, di bumi belum ada semak di padang dan hingga saat itu, tumbuh-tumbuhan di padang belum bertunas, karena Allah Yehuwa belum menurunkan hujan ke atas bumi dan tidak ada manusia untuk menggarap tanah. Tetapi kabut naik dari bumi dan mengairi seluruh permukaan tanah.

Kemudian Allah Yehuwa membentuk manusia dari debu, tanah dan mengembuskan napas kehidupan dan manusia itu menjadi jiwa yang hidup. Selanjutnya, Allah Yehuwa membuat sebuah taman di Eden, ke arah timur dan di sana ia menaruh manusia yang telah dibentuknya itu. Lalu Allah Yehuwa menumbuhkan dari tanah segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan dan juga pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Ada sungai yang mengalir dari Eden untuk mengairi taman itu dan dari sana sungai itu mulai terbagi dan dapat dikatakan menjadi empat hulu. Yang pertama bernama Pisyon; itulah sungai yang mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat adanya emas. Dan emas dari tanah itu baik. Ada juga damar bedolah dan batu oniks. Nama sungai yang kedua ialah Gihon; itulah sungai yang mengelilingi seluruh tanah Kus. Nama sungai yang ketiga ialah Hidekel; itulah sungai yang mengalir ke sebelah timur Asiria. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

Kemudian Allah Yehuwa membawa manusia itu dan menempatkan dia di taman Eden untuk menggarap dan mengurusnya. Allah Yehuwa juga memberikan perintah ini kepada manusia itu, Setiap pohon di taman ini boleh kaumakan buahnya sampai puas. Tetapi mengenai pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, engkau tidak boleh memakan buahnya, karena pada hari engkau memakannya, engkau pasti akan mati.”

Selanjutnya Allah Yehuwa berfirman, ”Tidak baik apabila manusia terus seorang diri. Aku akan menjadikan seorang penolong baginya, sebagai pelengkap dirinya.” Allah Yehuwa membentuk dari tanah, segala binatang liar di padang dan segala makhluk terbang di langit dan ia mulai membawa mereka kepada manusia itu untuk melihat bagaimana dia menyebut mereka masing-masing dan sebutan apa pun yang diberikan manusia itu kepadanya, yaitu setiap jiwa yang hidup itulah yang menjadi namanya.

Maka manusia itu menyebutkan nama semua binatang peliharaan dan makhluk terbang di langit dan setiap binatang liar di padang, tetapi bagi manusia tidak ditemukan seorang penolong sebagai pelengkap dirinya. Karena itu, Allah Yehuwa membuat manusia itu tidur pulas dan sementara dia tidur, ia mengambil salah satu rusuknya lalu menutup tempat itu dengan daging.

Kemudian Allah Yehuwa mengubah tulang rusuk yang telah diambilnya dari manusia itu menjadi seorang wanita dan membawanya kepada manusia itu. Lalu manusia itu berkata, ”Inilah akhirnya tulang dari tulangku Dan daging dari dagingku. Dia akan disebut Wanita, Karena dari pria dia diambil.” Itulah sebabnya seorang pria akan meninggalkan bapaknya dan ibunya dan ia harus berpaut pada istrinya dan mereka harus menjadi satu daging. Mereka berdua tetap telanjang, manusia itu dan istrinya, namun mereka tidak merasa malu.

Sahabat seiman, dengan apa yang dituliskan diatas dari mengenai kitab kajadian dapat dimengerti serta dipahami. Mudah-mudahan ini dapat dijadikan sebagai bacaan yang sangat bermanfaat serta berguna bagi banyak pembacanya. Selamat membaca dan salam satu hati.