Sejarah Dan Arti Dari Tanda Salib

495 0

Dalam Agama Kristen terutama pada umat Gereja Katolik, dalam setiap melakukan Doa itu harus disertai dengan tanda salib yang dilakukan pada Dahi, Dada dan juga Samping dada. Itu biasa dilakukan dengan mengawali dan mengakhiri setiap Doa.

Bagi setiap umat Katolik yang ada di Dunia, Untuk melakukan tanda salib tidak hanya dapat dilakukan dalam gereja saja, Melainkan dapat dilakukan dimana-mana. Untuk melakukan suatu Doa dan dengan mebuat tanda Salib secara tidak sadar itu diartikan tubuh yang melakukan tanda salib akan disucikan oleh Allah.

Dalam ajaran Agama, Berdoa dengan tanda Salib dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan lain seperti Sewaktu akan tidur, Belajar, Bekerja, Makan, Saat susah dan senang dan lain sebagainya.

Menurut kepercayaan Agama Kristen terutama Katolik, Berdoa dengan menggunakan tanda salib yang berarti dimana Allah Tritunggal dapat melindungi umatnya sehingga tidak dapat mengikuti ajaran Duniawi yang dapat menyesatkan manusia sehingga jatuh kedalam Dosa yang juga merupakan yang tidak dikehendaki oleh Bapa di Surga. Tidak hanya itu, tanda Salib juga dapat dikatakan sebagai suatu bentuk ungkapan permohonan dimana umat manusia mendapatkan berkat dan rahmat Tuhan.

Bagi umat Gereja Katolik, Tanda salib menjadi suatu kebanggaan saat ketika tanda seperti itu dapat dilakukan pada tempat Umum bahwa tanda tersebut adalah bagian yang sangat khas bagi Gereja Katolik. Tanda salib merupakan suatu rangkaian doa yang walaupun singkat tetapi sangat padat serta maknanya yang sangat dalam.

Sejarah tanda Salib

Pada abad kedua, Banyak dari orang-orang kristen yang pada masa itu dianiaya dan Dibunuh oleh orang-orang Romawi. Dengan kejadian yang sangat tragis dan mencekam itu, Orang kristen yang sangat merana bertemu dengan seorang jenderal Romawi dengan memiliki hati yang baik dan merasa sangat kasihan dengan orang kristen yang disiksa tersebut. Seorang jenderal baik yang bernama Konstantinus dimana nama itu telah dijadikan sebuah kota yang sekarang disebut kota Istambul, Turki. Sebelum berperang melawan Maxentius di kota Roma, Jenderal yang baik hatinya itu bermimpi agar memberikan tanda pada semua pedangnya dengan tanda Salib yang bertuliskan ” Dengan tanda ini engkau akan menang. Dari tanda mimpi tersebut dan tanpa berpikir panjang Sang Jenderal pun mengikutinya dan pada akhirnya apa yang dirasakan oleh orang kristen yang telah berlangsung selama ratusan tahun berakhir dan pada saat kemenangannya Konstantinuspun menjadi orang Kristen.

Arti dari tanda Salib

“Demi nama Bapa” Ini adalah gerakan pertama yang dilakukan pada Dahi. Tanda Salib pertama pada dahi diartikan sebagai Allah Bapa yang telah merencanakan, Menciptakan serta menyelenggarakan segala sesuatunya. Otak adalah pusat segalanya. Otak tempat kita berpikir, tempat kita merencanakan. Bapa merencanakan Putra-Nya untuk datang ke dunia sebagai Penyelamat yang menyelamatkan umat manusia. Dan Bapalah yang menyelenggarakan segala karya dan hidup Yesus.

Ini juga bisa diartikan sebagai “Dalam pikiranku, saya percaya”. Anda meminta bantuan roh kudus agar Anda bisa percaya pada sabda Tuhan, dalam pikiran Anda.

“Dan Putra” Gerakan kedua dalam tanda Salib dilakukan pada Dada. Pada kenyataan yang sebenarnya, Ini dilakukan pada pusar. Tali pusar diartikan sebagai tali kehidupan, sebagaimana tali yang menyambung antara ibu dan anak. Tali pusar merupakan jalur untuk memberikan makanan pada Janin. Dalam Agama Katolik, ini berarti dimana Yesus lahir sebagai Manusia hanya untuk menyelamatkan Manusia dan karya-Nya itu dimulai dari sejak kita masih berupa janin. Kita semua tahu bahwa Yesus kemudian harus meninggalkan dunia untuk kembali kepada Bapa-Nya.

“Dan Roh Kudus”  Sebagai pencipta Bumi dan seluruh isinya, Tuhan Yesus selalu menjaga seluruh hidup umatnya dengan sangat baik. Allah akan mengirim Roh Kudus untuk umatnya dengan mendampingi, melindungi, dan menjaga kita sehingga kita akan senantiasa mengundang dan menghadirkan Allah Tritunggal dalam setiap kehidupan, untuk senantiasa menjaga kita sampai kedatangan Allah Putra kembali.

“Amin” Ini adalah kata terakhir yang harus diucapkan setelah melakukan tanda Salib. Amin merupakan suatu kata akhir dari Doa yang diartikan sebagai isi doa yang disebutkan segera sampai pada tuhan dan juga bisa diartikan ” Aku disini Tuhan.”